Sementara itu, feronikel menyumbang Rp1,86 triliun atau setara 19 persen dari total pendapatan, bijih nikel Rp1,62 triliun atau 17 persen, serta segmen bauksit dan alumina Rp299,4 miliar atau 3 persen.
“Pada 2022, Antam kembali berfokus pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas,” kata Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie, dikutip dari Bisnis, Minggu 22 Mei 2022.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Di sisi lain, beban pokok penjualan Antam per Maret 2022 turun menjadi Rp7,29 triliun dari Rp7,58 triliun per Maret 2021.
Hal ini membuat laba kotor Antam pun melesat menjadi Rp2,45 triliun dari sebelumnya Rp1,62 triliun.
Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp1,46 triliun pada kuartal I/2022.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Laba bersih tersebut melonjak 132,46 persen yoy dari Rp630,38 miliar pada kuartal I/2021.
[gab]