Malut.WahanaNews.co | LG Energy Solution berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dalam pembangunan pabrik baterai Electronic Vehicle (EV).
Proyek grand package tahap kedua ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Rabu (8/6). LG duet dengan BUMN yang menciptakan nilai investasi mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun.
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
"Komitmen Kementerian Investasi /BKPM untuk terus mengawal proyek Grand Package dengan total investasi mencapai Rp 142 triliun tersebut, sampai terealisasi," kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (11/6/2022).
Menurutnya ini merupakan wujud konkret dari kebijakan Menteri Investasi Bahlil Lahdalia untuk hilirisasi sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
"Seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri Investasi kemarin, bahwa investasi hilirisasi ini akan memberikan nilai tambah sebesar US$ 5,18 miliar per tahun. Indonesia akan menjadi pemain utama dunia di industri baterai listrik ini," ungkapnya.
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Ia menambahkan dalam dua sampai lima tahun ke depan Indonesia akan mengekspor produk akhir yang bernilai tambah tinggi.
Investasi ini merupakan wujud kerja sama antara konsorsium LG dan konsorsium BUMN IBC, yang beranggotakan LG Energy Solution, LG Chem, Huayou, LX International, Posco, Mind ID, Antam, Pertamina Power, PLN.
Selain akan membuka lapangan kerja bagi 20.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), proyek Grand Package ini, merupakan proyek skala besar yang dapat mendukung produksi baterai kendaraan listrik sebesar 3,5 juta unit dengan potensi sampai dengan 200 GWh/tahun.