Malut.WAHANANEWS.CO - Peningkatan pola operasi listrik desa dari sebelumnya 12–18 jam menjadi 24 jam penuh di Pulau Mare menjadi lompatan besar pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Perubahan ini menandai kesiapan sistem PLN dalam menghadirkan listrik desa yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Terang Hingga ke Pelosok, PLN Bangun Jaringan Listrik Perdesaan di Kampung Benteng, Desa Lanamai II
Kepala UP3 PLN Ternate, Mufid Arianto, menjelaskan bahwa penyalaan listrik 24 jam ini dilakukan secara serentak pada 10 Unit Listrik Desa (ULD) di empat kabupaten/kota.
"Langkah ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan listrik desa dilakukan melalui perencanaan teknis yang matang, bukan bersifat sementara," ujarnya, dikutip Senin (22/12/2025).
Transformasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat desa.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Capaian Listrik Nasional 2025, Dorong Akselerasi Transisi Energi Bersih
Listrik yang menyala penuh membuka peluang usaha malam hari, memperpanjang waktu belajar anak-anak, serta memastikan layanan kesehatan dapat berjalan tanpa bergantung pada waktu nyala listrik.
PLN membuktikan bahwa listrik desa kini dikelola dengan standar keandalan yang sama seperti wilayah lain.
Pulau Mare menjadi contoh bagaimana desa kepulauan dapat “naik kelas” dalam pelayanan energi nasional.