Pasalnya kemacetan selama ini dianggap dipicu dari makin banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. Sementara kapasitas ruas jalan terbatas, hingga kepadatan arus lalu lintas tak terhindarkan.
"Kan masih ada utangku satu, (program) ojol day. Perlu mi segera ojol day," ucap Danny Pomanto, Kamis (7/4).
Baca Juga:
Ada Ojol Dapat BHR Rp 50 Ribu, SPAI: Angka Ini Jauh Berbeda dari Informasi yang Diterima Presiden
Program ojol day sebelumnya sedianya bakal diterapkan setiap hari Selasa. Warga menggunakan ojol saat bepergian khusus di hari tersebut, termasuk aturan yang juga berlaku bagi ASN lingkup Pemkot Makassar.
Harapannya, program ini mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di tengah terbatasnya lahan parkir perkantoran. Khususnya di Balai Kota yang tidak bisa menampung kendaraan, hingga terpaksa menggunakan bahu jalan.
"Solusinya (atasi parkir liar) ojol day, naik ojol semua, (supaya) jangan parkir (kendaraan pribadi di jalan)," papar Danny.
Baca Juga:
Dinasker Kota Bekasi Siap Layani Aduan Ojol dan Kurir Soal Bonus dan THR Idul Fitri
Danny beralasan belum efektif program ojol day berjalan lantaran masih dalam situasi pandemi. Jika kondisi dianggap normal, baru akan kembali diterapkan sembari mempersiapkan regulasinya lewat perwali.
"Kalau selesai lebaran, kondisi pandemi menurun, kita jalankan (program ojol day)," tambah dia.
Gedung Parkir Bertingkat Masih Wacana