Saat ini daya pembangkit di PLTU itu 4 X 2,5 megawatt.
Untuk pembangkit 1 dan 2 berada dalam satu gedung yang sama.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
Pengoperasiannya menggunakan back pressure system.
Pada sistem ini, uap panas yang setelah digunakan menggerakkan turbin, langsung dibuang ke alam melalui cerobong.
Di dalam uap panas itu terdapat berbagai unsur berbahaya termasuk hydrogen sulfida.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Sementara pembangkit 3 dan 4 menggunakan condensed system.
Pada sistem ini, uap air tidak dibuang ke udara, namun dibuat sistem pegolahan yang mengubah uap air menjadi titik air.
Air itu didinginkan kemudian dipakai untuk mendinginkan peralatan di pembangkit yang bekerja tanpa henti selama 24 jam per hari.